Apresiasi Menteri Kesehatan Kepada Petugas Kesehatan Haji Indonesia di Madinah Al Munawarrah

Sat, 14/09/2019 00:04:47   | Dilihat : 538   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Kamis, 12 September 2019 - Bertempat di Klinik Kesehatan Haji (KKHI) Madinah telah berlangsung acara Malam Ramah Tamah Ibu Menteri Kesehatan Republik Indonesia dengan Petugas Panitia Penyelenggara Ibadah Haji (PPIH) Arab Saudi Bidang Kesehatan. Acara ini selain dihadiri oleh Ibu Menteri Kesehatan dan jajaran Pejabat Tinggi Madya dan Pratama Kementerian Kesehatan dan lintas sektor dari Kementerian Agama, dan Konsul Jenderal Republik Indonesia.

Acara diawali oleh sambutan Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, M.Sc. Dalam sambutannya, Eka mengingatkan tentang pentingnya Istithaah Kesehatan Jemaah Haji yang merupakan syarat wajib sebelum melaksanakan Ibadah Haji, karena apabila Jemaah telah memenuhi syarat Istithaah maka Jemaah Haji akan dapat melaksanakan Ibadah Haji dengan lancar sesuai dengan ajaran Agama Islam. Selain itu, Eka juga menyampaikan “Pentingnya menjaga kondisi kesehatan Jemaah Haji terutama saat melaksanakan Ibadah Haji di Arab Saudi, karena Pemerintah memberangkatkan seluruh Jemaah Haji Indonesia dalam keadaan sehat, tinggal semua pihak terkait mulai dari Jemaah sendiri, petugas kesehatan, petugas Kementerian Agama dan Kelompok Bimbingan Ibadah Haji (KBIH) menjaga agar Jemaah Haji Indonesia tetap sehat dan dapat pulang kembali berkumpul dengan keluarga di Indonesia”.

Acara selanjutnya sambutan dari Direktur Jenderal Penyelenggaraan Haji dan Umrah Kementerian Agama, Prof. Dr. Nizar  M.Ag yang juga menekankan pentingnya kolaborasi antara Kementerian Agama dengan Kementerian Kesehatan dengan tujuan memberikan pembinaan, pelayanan dan perlindungan kepada Jemaah Haji Indoesia sejak di Indonesia, saat di Arab Saudi sampai kembali lagi ke Tanah Air.

Selanjutnya sambutan Ibu Menteri Kesehatan, Nila Farid Moeloek menyatakan apresiasi kepada seluruh petugas Kesehatan karena dedikasinya dalam memberikan pembinaan, palayanan dan perlindungan kepada Jemaah Haji Indonesia. Selain itu dalam sambutannya, Nila Moeloek mengharapkan Kementerian Kesehatan dan Kementerian Agama bersama-sama memberikan edukasi kepada Jemaah Haji Indonesia agar tidak memforsir Jemaah Haji dalam melakukan aktifitas fisik yang berlebihan, selain itu upaya Kementerian Kesehatan dalam memberikan pelayanan kepada Jemaah Haji Indonesia seperti menyiapkan Alat Pelindung Diri (APD) berupa masker, semprotan air, kipas dan gerakan minum air bersama untuk mencegah dehidrasi pada Jemaah Haji. Tak lupa pula Nila menyatakan pentingnya mencegah penularan penyakit yang bisa terbawa oleh Jemaah Haji seperti virus MERS CoV dan H5N1. Dalam kesempatan ini Menteri Kesehatan juga membuka dialog kepada PPIH Bidang Kesehatan seperti  pentingnya memasukkan Manasik Kesehatan Haji kedalam Manasik Haji yang dilakukan oleh Jemaah Haji sejak di Kabupaten/Kota, sehingga penting sekali apabila program Promotif Preventif ini dapat dilaksanakan sejak dari Indonesia sampai dengan Arab Saudi.

Dalam dialog ini pula, Direktur Jenderal Pencegahan dan Pengendalian Penyakit, dr. Anung Sugihantono, M.Kes menyatakan “Sebaiknya Kementerian Agama dapat memberikan data Jemaah Haji yang akan berangkat menunaikan Ibadah Haji kepada Kementerian Kesehatan lebih awal, sehingga dapat memberikan pembinaan kesehatan sedini mungkin kepada Jemaah Haji yang akan berangkat untuk melaksanakan Ibadah Haji”. Dalam kesempatan ini pula Menteri Kesehatan memberikan penghargaan kepada Tim Promotif Preventif (TPP), Tim Kuratif dan Rehabilitatif (TKR), Tim Farmasi dan Perbekalan Kesehatan serta Tim Mobile Bandara. (AIR)