Komisi I DPR bersama Menteri Kesehatan melakukan peninjauan Pembinaan Kesehatan di Embarkasi Banjarmasin

Tue, 23/07/2019 03:40:29   | Dilihat : 169   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Banjarmasin, 22 Juli 2019 - Dalam rangka memastikan pelaksanaan kesehatan haji dijalankan dengan baik, baru-baru ini Komisi IX DPR RI bersama Kemenkes melakukan kunjungan kerja spesifik di embarkasi Banjarmasin. Kunjungan kerja tersebut dimaksudkan untuk mengetahui apakah terdapat permasalahan pelayanan kesehatan haji di lapangan.

Disamping meninjau klinik kesehatan yang ada di embarkasi, Komisi IX DPR RI yang diketuai oleh Dra. Hj. Ermalena, MHS bersama Kementerian Kesehatan yang diketuai oleh dr.Kuwat Sri Hudoyo,MS berkesempatan melakukan dialog dengan petugas kesehatan, petugas BPJS dan SKPD yang terkait di lingkup provinsi Kalimantan Selatan, juga bersilaturahmi dengan para Jemaah haji kloter 9 embarkasi Banjarmasin.

Dalam kunjungannya, Ermalena menekankan pentingnya kesiapan petugas kesehatan untuk melayani Jemaah setiap saat. Dipilihnya embarkasi Banjarmasin karena banyak Jemaah haji yang berasal dari daerah yang cukup jauh yang memerlukan waktu panjang untuk sampai ke embarkasi. Keadaan tersebut memerlukan kesiapan semua petugas kesehatan untuk melayani agar Jemaah haji tetap sehat. Terkait dengan Jemaah, Ermalena menyampaikan bahwa semua Jemaah haji wajib ikut program BPJS. “ Para Jemaah haji juga harus bisa menolong dirinya sendiri, harus bisa melayani dirinya sendiri dengan cara menjaga agar tetap sehat, karena dengan kondisi sehat maka Jemaah haji dapat melaksanakan ibadah haji secara sempurna” kata Ermalena kepada Jemaah haji embarkasi Banjarmasin.

Untuk mengetahui perkembangan penyelenggaraan haji, dilakukan pula dialog yang dihadiri oleh Asisten I Pemerintah Kalsel, Kepala Kantor Wilayah Kemenag,  Kepala Dinas Kesehatan Provinsi, Kepala UPT Asarama Haji Banjarmasin, Kepala KKP, BPJS Pusat dan Provinsi, serta SKPD terkait.

Dalam penjelasaan di acara dialog, Kuwat menyampaikan bahwa Implementasi Permenkes No. 15 tahun 2016 yang dilengkapi dengan data pemeriksaan kesehatan maupun pembinaan yang terintegrasi dengan sistem pelayanan publik SISKOHATKES telah memberi tuntunan kemudahan dalam proses pelayanan kesehatan haji. Hal ini memungkinkan pelayanan kesehatan haji dapat berjalan tertib dan responsif.

Pada saat pelepasan Jemaah haji, Kuwat menyampaikan pesan-pesan Menteri Kesehatan tentang tips sehat bagi Jemaah haji. “saya minta bapak ibu tamu Allah agar banyak minum air mineral atau zam-zam, jangan menunggu haus, juga perbanyak makan buah dan sayur” demikian antara lain pesan yang disampaikan. Lebih jauh disampaikan bahwa tantangan pelaksanaan pelayanan kesehatan bagi Jemaah haji cukup kompleks, antara lain  tingginya kelompok Jemaah haji dengan kategori resiko tinggi hampir 60% dari jumlah jemaah haji. Keadaan tersebut membutuhkan kesiapan petugas kesehatan untuk sigap, handal, amanah, responsif dan inovatif di lapangan. (RK)