Kloter 1 Balikpapan Berangkat Menuju Arab Saudi

Fri, 19/07/2019 22:15:41   | Dilihat : 207   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Balikpapan, 19 Juli 2019 - Jemaah haji kloter 1 Embarkasi Balikpapan berangkat dari Asrama Haji Balikpapan tanggal 19 Juli 2019 jam 11.30. Kloter 1 ini berasal dari Kota Balikpapan, berisi 449 orang Jemaah Haji dan 5 orang petugas kloter.

Mereka berangkat melalui Bandara Internasional Sultan Aji Muhammad Sepinggan menggunakan pesawat Garuda dengan kapasitas 455 tempat duduk yang terbang langsung menuju bandara Prince Amir Miuhammad bin Abdul Aziz (AMA) Madinah.

Dalam pelepasan kloter 1 ini hadir Gubernur Kalimantan Timur, Komisi IX DPR RI, Staf Ahli Menteri Bidang Hukum Kementerian Kesehatan, dan Kepala Kanwil Kemenag Kalimantan Timur. 

Ketua PPIH embarkasi Balikpapan dalam laporannya mengatakan bahwa  jemaah berasal dari 4 provinsi (Kalimantan Timur, Kalimantan Utara, Sulawesi Utara dan Sulawesi Tengah) dalam 15 kloter. Total Jumlah yang akan berangkat dari Embarkasi Balikapan adalah jemaah sebanyak 6737 orang dan petugas 75 orang. 

Dalam sambutan dan arahan Menteri Kesehatan yang diwakili Staf Ahli Bidang Hukum Kesehatan, dr. Kuwat Sriyono, MS menyampaikan bahwa waktu yang ditunggu-tunggu khususnya jemaah haji sudah tiba untuk menunaikan rukun Islam kelima, "Selamat menunaikan ibadah haji, semoga selalu dalam lindungan dan bimbingan Allah SWT dapat menjalankan seluruh rangkaian ibadah dengan lancar, kembali ke tanah sehat dan selamat dengan predikat haji mabrur", ucap dr. Kuwat kepada 449 orang jemaah kloter pertama ini.

Ada 5 pesan yang disampaikan drg. Usman untuk menyiapkan diri agar bisa beradaptasi dengan situasi dan kondisi di Arab Saudi :
1. Menjaga kondisi kesehatan, jika ada gangguan kesehatan hubungi petugas kesehatan di kloter.
2. Tidak melakukan aktifitas fisik yang tidak berhubungan dengan ibadah secara berlebihan.
3. Istirahat yang cukup, disela aktifitas fisik.
4. Menjaga perilaku hidup bersih dan sehat, dan
5. Perkuat persaudaraan, saling menjaga sehingga terhindari dari perselisihan yang akan mengganggu semangat menunaikan ibadah haji

Komisi IX DPR dalam sambutannya mengatakan UU tentang Penyelenggaraan Haji dan Umrah telah disahkan. DPR minta Badan Pengelola Keuangan Haji (BPKH) agar Jemaah Haji tidak menambah biaya saat berangkat dan menambah living cost. DPR juga mengawasi penyelenggaraan pelayanan haji. Bekal haji yang paling utama adalah ketaqwaan. Jangan lupa menjaga nama baik Indonesia. 

Gubernur Kalimantan Timur Isran Noor dalam sambutannya berpesan kepada jemaah haji agar banyak minum dan banyak makan yang bernutrisi seperti yang telah disampaikan oleh Kementerian Kesehatan. Dalam ibadah diperlukan kesabaran dan ketenangan. Banyaklah berdoa untuk diri sendiri dan keluarga, lingkungan, negara dan gubernur Kalimantan Timur agar dapat melaksanakan amanah dengan sebaik-baiknya. (ENN)