Mengenal Hipertensi pada Jemaah Haji

Thu, 18/07/2019 17:01:16   | Dilihat : 168   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

oleh dr. Jessica, Sp.K.P.

Hipertensi atau tekanan darah tinggi merupakan penyakit terbanyak yang diidap oleh Jemaah Haji. Tekanan darah sendiri terbagi atas tekanan darah sistole dan tekanan darah diastole. Tekanan sistole adalah tekanan saat jantung bekerja memompa darah sedangkan tekanan diastole adalah tekanan saat jantung beristirahat.

Pada kondisi normal tekanan darah sistole berkisar antara 110-120 mmHg dan diastole 80-90 mmHg. Meningginya tekanan darah disebabkan oleh mekanisme yang kompleks. Menurut Perhimpunan Ahli penyakit dalam Indonesia hipertensi didefinisikan sebagai tekanan darah sistole ≥ 140 mmHg dan atau tekanan diastole ≥ 90 mHg.

Hipertensi yang tidak terkontrol akan menyebabkan kelainan pada organ-organ yang berhubungan dengan sistem-sistem tersebut, sepertinya otak, jantung, ginjal, mata, aorta dan pembuluh darah tepi. Semakin tinggi tekanan darah, semakin besar kemungkinan timbulnya penyakit-penyakit kardiovaskuler lebih dini.

Peningkatan tekanan darah selain disebabkan oleh faktor keturunan dan gaya hidup juga dapat diakibatkan hal dibawah ini:

1. Penyakit ginjal
Gangguan ginjal yang paling banyak menyebabkan tekanan darah tinggi adalah penyempitan arteri ginjal, yang mana merupakan pembuluh darah utama penyuplai darah ke kedua organ ginjal. Apabila pasokan darah menurun, ginjal akan memproduksi berbagai zat yang akan meningkatkan tekanan darah.

2. Stress
Stress bisa memicu sistem saraf simpatis sehingga meningkatkan aktivitas jantung dan tekanan pembuluh darah.

3. Apnea
Obstructive sleep apnea (OSA) adalah gangguan tidur di mana penderita berkali-kali berhenti bernapas (antara 10-30 detik) selama tidur. Separuh penderita apneu menderita hipertensi, yang mungkin dipicu oleh perubahan hormonal karena reaksi terhadap penyakit dan stress yang ditimbulkan.

4. Gangguan tiroid
Hormon tiroid memiliki efek pada otot jantung, sirkulasi perifer dan sistem saraf simpatis yang berpengaruh terhadap hemodinamik kardiovaskuler. Pada penderita hipertiroid terjadi kenaikan curah jantung, kenaikan konsumsi oksigen, penurunan kapasitas vital yang disertai gangguan sirkulasi dan ventilasi paru.

5. Preeklamsia
Preeklamsia adalah hipertensi karena kehamilan biasanya terjadi pada trimester ketiga kehamilan. Preeklamsia disebabkan oleh volume darah yang meningkat selama kehamilan dan berbagai perubahan hormonal.

6. Koarktasi Aorta (Aortic coarctation)
Koarktasi atau penyempitan aorta adalah kelainan bawaan yang menimbulkan tekanan darah tinggi.

7. Gangguan kelanjar adrenal
Kelenjar adrenal berfungsi mengatur kerja ginjal dan tekanan darah. Apabila salah satu atau kedua kelenjar adrenal mengalami gangguan, maka dapat mengakibatkan produksi hormon berlebih yang meningkatkan tekanan darah.

Jemaah Haji yang memiliki tekanan darah lebih dari 140/90 mmHg dikelompokkan sebagai Jemaah Haji dengan penyakit hipertensi atau darah tinggi. Pada sebagian orang, penyakit darah tinggi sering tidak bergejala. Namun, secara umum, gejala penyakit hipertensi adalah sakit kepala dibagian tengkuk, telinga berdengung, dan jantung berdebar-debar.

Salah satu pemicu terjadinya hipertensi adalah kurangnya istirahat atau kurang tidur. Bagi Jemaah Haji yang mengalami penyakit hipertensi harus segera berkonsultasi dengan dokter (tiga kali seminggu kontrol ke dokter kloter), minum obat secara teratur, istirahat yang cukup (6-8 jam), dan menghindari lelah. Jemaah yang memiliki penyakit hipertensi agar membatasi makan yang asin, menghindari stress, dan berhenti merokok. Jemaah Haji dianjurkan makan buah dan sayur yang cukup dan menghindari minuman bersoda.