Penandatangan Perjanjian Kerjasama Puskeshaji dan RS Ketergantungan Obat

Tue, 22/01/2019 14:52:25   | Dilihat : 742   Penulis : Pusat Kesehatan Haji

Pada hari Jum’at, tanggal 11 Januari 2019, telah dilakukan penandatanganan perjanjian kerja sama antara Pusat Kesehatan Haji dan Rumah Sakit Ketergantungan Obat (RSKO) di ruang Kepala Pusat Kesehatan Haji. Perjanjian Kerja Sama ini ditandatangani oleh Kepala Pusat Kesehatan Haji, Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc dan Direktur Utama RSKO, dr. Azhar Jaya, SKM, MARS.

Perjanjian Kerja Sama ini sebagai dasar melaksanakan Tes MMPI (Minnesota Multiphasic Personality Inventory) dan Tes NAPZA (Narkotika, Psikotropika dan Zat Adiktif lainnya) untuk calon anggota Tim Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) dan,Panitia Penyelenggara Haji Indonesia (PPIH) bidang Kesehatan  tahun 2019. Hasil Tes MMPI akan dinilai oleh Psikiatri, sedangkan Tes NAPZA akan menghasilkan Surat Keterangan Bebas Narkoba 5 Parameterm yaitu Amphetamin (AMP), Morphin (MOP), Cannabinoid (THC), Methamphethamine (METH) dan Coccaine (COC).

Jumlah calon TKHI yang mengikuti tes disesuaikan dengan jumlah Kelompok Terbang (Kloter) yang ditetapkan Pemerintah, sedangkan jumlah calon PPIH paling sedikit 306 orang. Kedua tes ini akan dilaksanakan pada saat Workshop dan/atau Pelatihan Kompetensi bekerja sama dengan BBPK/Bapelkes/Latkesmas yang ditetapkan oleh Badan Pengembangan dan dan Pemberdayaan Sumber Daya Kesehatan.

“RSKO siap mendukung Kementerian Kesehatan dalalam proses rekrutmen terkait tes MMPI dan tes NAPZA untuk menghasilkan petugas Sigap Handal, Amanah, Responsive, Inisiatif dan Inovatif serta bebas Narkoba. Dengan bekerjasama dengan RSKO pelayanan bisa One Stop Service karena kedua pemeriksaan tersebut dapat dilakukan”, kata Dr. Azhar Jaya, SKM, MARS selaku Dirut RSKO.

“Kementerian Kesehatan dalam hal ini Pusat Kesehatan Haji memperketat dalam penentuan petugas haji kesehatan salah satunya dengan Tes MMPI dan Tes Napza. Dengan adanya dukungan dari RSKO besar harapan agar rekrutmen petugas kesehatan haji lebih baik lagi” kata Dr. dr. Eka Jusup Singka, MSc. (Enny&ZL)