Mengapa Tenda Arafah dan Mina? (Bagian 1)

Fri, 13/10/2017 19:52:22   | Dilihat : 921   Penulis : SUPER ADMIN

Tenda Arafah yang terbuat dari terpal yang tebal dengan warna putih  tahun ini di pakai oleh jemaah haji pada untuk pelaksanaan wukuf. Dilihat dari bentuk fisik memang cukup kuat untuk antisipasi angin kencang atau tempat berlindung dari air hujan yang terkadang juga turun disana. Namun dengan suhu yang mendekati 500C pada siang hari ditengarai menjadi "oven" bagi jemaah haji, karena tidak mempertimbangkan sirkulasi atau ratio ventilasi sebuah ruangan tertutup. Dari beberapa literatur sebagai standar ventilasi harus tersedia 20% dari luas ruangan dengan kelembaban udara diatas 80% (berdasarkan SNI DPU) atau tidak boleh kurang dari 5% dari luas lantai. pertanyannya adalah apakah ada hubungan tenda jemaah itu dengan tingginya angka morbiditas dan mortalitas penyakit jantung pada jemaah haji? Pada kenyataannya tenda yang baru tersebut walaupun telah dibantu dengan ventilasi buatan seperti kipas angin dan AC ternyata suhu udara didalam tenda dengan jumlah jemah yang over kapasitas tingkat kelembaban udara yang rendah di Arab Saudi disinyalir telah menjadi pemicu dan memperparah penyakit jemaah haji yang memang sudah dibawa dari tanah air terutama bagi jemaah yang menderita hipertensi.

Menurut ahli jantung Dr.Crandall (CDC Atlanta), salah satu bahaya terbesar dari suhu panas adalah dehidrasi, kurangnya cairan tubuh dapat mengakibatkan ketidakteraturan detak jantung yang mengancam jiwa yang dikenal dengan fibrilasi atrium. Panas yang ekstrim menyebabkan pembuluh darah melebar kondisi ini sangat membahayakan bagi orang yang sedang menggunakan obat umum seperti obat tekanan darah.

Ketika tubuh terlalu panas, hipertermia dapat terjadi yaitu kondisi dimana inti tubuh menjadi terlalu panas, dengan adanya dehidrasi mengakibatkan tidak seimbangnya elektrolit dan sebagai hasilnya seseorang dapat mengalami "syok kardiogenik" katanya.

Ditambahkannya lagi orang tua (profil jemaah haji mayoritas diatas 50 tahun) telah kehilangan kemampuan untuk mendinginkan suhu tubuh mereka, karena kelenjar keringat mereka telah kering, sehingga kemampuan tubuhnya untuk mempertahankan suhu tubuhnya sudah tidak bekerja dengan baik seperti mereka masih muda. (AH)